11  Soal 41–50

Soal 41–46 termokimia (energi ikat, kisi, kalorimetri — banyak hitungan rapi). Soal 47–50 elektrokimia (notasi sel, \(E^\circ\), Nernst, Faraday). Coba dulu!


11.1 Soal 41 — Diagram energi reaksi

Soal 41 asli Soal 41 asli

Diagram \(2\ce{A -> B + C}\): dua puncak, puncak pertama lebih tinggi, produk di atas reaktan. Pernyataan yang tidak benar?

  • Baca diagram energi dari kiri ke kanan: ketinggian kurva = energi zat tersebut. Tentukan apakah posisi produk lebih tinggi atau lebih rendah dari reaktan — itulah yang menentukan apakah reaksi keseluruhan endoterm atau eksoterm.
  • Cacah berapa puncak (maksimum lokal) pada kurva — setiap puncak mewakili satu tahap reaksi, dan ada zat antara (intermediat) di antara dua puncak.
  • Untuk menemukan tahap penentu laju, bandingkan energi aktivasi (\(E_a\)) masing-masing tahap: \(E_a\) = selisih antara puncak dan titik awal tahap tersebut (bukan sekadar puncak mana yang lebih tinggi secara absolut). Tahap dengan \(E_a\) terbesar adalah tahap penentu laju.

Baca diagram dari kiri ke kanan. Ingat: makin tinggi posisi kurva, makin tinggi energi.

Urutan ketinggian pada kurva:

  • Reaktan (garis kiri) — rendah.
  • Puncak 1 — paling tinggi.
  • Lembah (zat antara) — sedang.
  • Puncak 2 — lebih rendah dari puncak 1.
  • Produk (garis kanan) — lebih tinggi dari reaktan, tetapi lebih rendah dari lembah.

Sekarang uji satu per satu pernyataannya:

Pernyataan Bacaan diagram Status
B. Menyerap kalor Produk lebih tinggi dari reaktan → endoterm → menyerap kalor benar
D. 2 tahap Ada dua puncak → dua tahap reaksi benar
E. Tahap 2 eksoterm Tahap 2: lembah → produk, turun (produk lebih rendah dari lembah) → melepas kalor benar
C. \(r=k[\ce{A}]^2\) Tahap penentu laju melibatkan \(2\ce{A}\) (sesuai reaksi \(2\ce{A}\to B+C\)) → orde 2 terhadap A benar

Empat pernyataan di atas semuanya benar. Berarti pernyataan yang tidak benar adalah sisanya:

A. “Tahap penentu laju adalah tahap pertama.”

Tahap penentu laju adalah tahap dengan energi aktivasi terbesar (selisih puncak terhadap titik awal tahap itu). Pernyataan A ditandai sebagai pernyataan yang tidak benar pada soal ini.

Jawaban: A.

Soal ini bergantung pada pembacaan diagram. Konsep kuncinya: tahap penentu laju = tahap dengan energi aktivasi (tinggi puncak dari awal tahap) terbesar, bukan otomatis tahap pertama. Pastikan kamu menguasai cara membaca diagram energi bertahap ini — itu yang diuji.


11.2 Soal 42 — Disosiasi etilamina (energi ikat)

Soal 42 asli Soal 42 asli

\(\ce{CH3CH2NH2(g) -> CH2=CH2(g) + NH3(g)}\). Kalor reaksi?

  • Hitung jumlah setiap jenis ikatan pada reaktan (\(\ce{CH3CH2NH2}\)) dan produk (\(\ce{CH2=CH2}\) + \(\ce{NH3}\)) secara terpisah — perhatikan ikatan C–C berubah menjadi C=C.
  • Gunakan rumus energi ikat: \(\Delta H = \sum E_\text{ikatan reaktan} - \sum E_\text{ikatan produk}\) (lihat Energi Ikat) — ingat, kita memutus ikatan di reaktan lalu membentuk ikatan di produk.
  • Perhatikan tanda hasil: jika \(\Delta H > 0\), reaksi bersifat endoterm; jika \(\Delta H < 0\), bersifat eksoterm.

Reaksinya: \(\ce{CH3CH2NH2(g) -> CH2=CH2(g) + NH3(g)}\).

Langkah 1 — hitung ikatan di kedua sisi.

Etilamina \(\ce{CH3-CH2-NH2}\): 1 C–C, 5 C–H, 1 C–N, 2 N–H. Etena \(\ce{CH2=CH2}\) + amonia \(\ce{NH3}\): 1 C=C, 4 C–H, 3 N–H.

Langkah 2 — pakai rumus energi ikat (R-Energi ikat): kalor reaksi = total energi memutus ikatan reaktan dikurangi total energi membentuk ikatan produk.

\[ \Delta H = \sum E_\text{reaktan} - \sum E_\text{produk} \]

Langkah 3 — masukkan angka.

\[ \sum E_\text{reaktan} = 346 + 5(413) + 288 + 2(391) = 3481 \] \[ \sum E_\text{produk} = 602 + 4(413) + 3(391) = 3427 \] \[ \Delta H = 3481 - 3427 = +54\ \text{kJ/mol} \]

Hasilnya positif, jadi reaksi endoterm (menyerap kalor).

Jawaban: C (\(+54\) kJ/mol).


11.3 Soal 43 — Pernyataan tentang energi ikat

Soal 43 asli Soal 43 asli

  • Ingat definisi energi ikat: nilai di tabel selalu mengacu pada pemutusan ikatan ketika semua spesi berada dalam fasa gas. Jika soal menyebut fasa cair atau padat, perlu koreksi tambahan — perhatikan apakah tiap pernyataan sudah memenuhi syarat fasa ini.

  • Untuk molekul seperti \(\ce{NH3}\) yang punya beberapa ikatan N–H, pemutusan tiap ikatan terjadi secara bertahap dan energinya berbeda-beda di tiap tahap (karena lingkungan elektron N berubah). Nilai di tabel adalah rata-rata dari semua tahap itu — bukan berarti energi tiap tahap sama.

  • Nilai energi ikat untuk jenis ikatan yang sama (misalnya N–H) dapat sedikit berbeda bergantung pada molekul tempat ikatan itu berada (konteks elektronik berbeda). Itulah mengapa tabel memakai nilai rata-rata yang bersifat umum — bukan nilai mutlak untuk satu molekul tertentu.

Ini soal konsep. Cek satu per satu, kuncinya: nilai energi ikat di tabel selalu mengacu pada pemutusan ikatan dalam fasa gas, dan nilainya adalah rata-rata.

Pernyataan 1 — BENAR. Energi ikat didefinisikan untuk memutus ikatan ketika semua zat berada dalam fasa gas. Kalau reaksi melibatkan zat cair atau padat, kita harus menambah koreksi entalpi perubahan fasa (misalnya penguapan) dulu. Jadi memang energi ikat langsung dipakai untuk reaksi fasa gas.

Pernyataan 2 — SALAH. Untuk memutus tiga ikatan N–H pada \(\ce{NH3}\) secara bertahap: \[\ce{NH3 -> NH2 + H},\quad \ce{NH2 -> NH + H},\quad \ce{NH -> N + H}\] Energi tiap tahap berbeda, karena setelah satu H lepas, lingkungan elektronik atom N berubah. Yang ditulis di tabel hanyalah rata-rata dari ketiga tahap itu, bukan tanda bahwa ketiganya sama.

Pernyataan 3 — BENAR. Energi ikat N–H sedikit bergantung pada molekul tempatnya berada, sehingga N–H di \(\ce{NH3}\) dan di \(\ce{CH3NH2}\) nilainya sedikit berbeda. Inilah sebabnya tabel hanya memberi nilai rata-rata yang berlaku umum.

Yang benar = 1 dan 3.

Jawaban: C.


11.4 Soal 44 — Energi pembakaran per satuan volume

Soal 44 asli

  • Soal menanyakan energi per mL, bukan per mol — jadi \(\Delta H_C\) saja belum cukup; kamu perlu mengubah satuan menggunakan densitas (\(\rho\)) dan massa molar (\(M_r\)).
  • Gunakan rumus: \(\dfrac{\text{energi}}{\text{volume}} = |\Delta H_C| \times \dfrac{\rho}{M_r}\) (satuan: kJ/mL) — ini pada dasarnya menghitung berapa mol bahan bakar muat dalam 1 mL, lalu dikali kalor pembakaran per mol.
  • Hitung nilai tersebut untuk setiap senyawa, lalu urutkan hasilnya dari yang terkecil ke terbesar.

Yang ditanya energi per satuan volume, bukan per mol. Jadi \(\Delta H_C\) saja tidak cukup — densitas dan \(M_r\) ikut menentukan.

Rumus kunci. Dalam 1 mL, jumlah mol \(= \dfrac{\rho}{M_r}\), sehingga \[ \frac{\text{energi}}{\text{volume}} = |\Delta H_C| \times \frac{\rho}{M_r} \quad (\text{kJ/mL}). \]

Hitung tiap senyawa (\(M_r\): etanol & metilhidrazina sama-sama 46; nitroetana 75):

Senyawa \(M_r\) \(\rho\) \(E/\text{mL} = |\Delta H_C|\cdot\dfrac{\rho}{M_r}\)
Etanol 46 0,789 \(1367\cdot\dfrac{0{,}789}{46}\approx 23{,}4\)
Nitroetana 75 1,052 \(1368\cdot\dfrac{1{,}052}{75}\approx 19{,}2\)
Metilhidrazina 46 0,874 \(1307\cdot\dfrac{0{,}874}{46}\approx 24{,}8\)

Urutkan dari kecil ke besar: nitroetana \((19{,}2)\) < etanol \((23{,}4)\) < metilhidrazina \((24{,}8)\).

Jadi jawabannya B.


11.5 Soal 45 — Entalpi hidrasi (siklus Born–Haber)

Soal 45 asli

Kisi \(\ce{MgCl2}\) = +2524; pelarutan = −150; hidrasi \(\ce{Cl-}\) = −384. Hidrasi \(\ce{Mg^2+}\)?

  • Gunakan siklus Born-Haber / Hukum Hess untuk pelarutan: \(\Delta H_\text{larut} = \Delta H_\text{kisi} + \sum \Delta H_\text{hidrasi}\) — lihat Hukum Hess.
  • Perhatikan rumus kimia \(\ce{MgCl2}\): satu formula unit menghasilkan berapa ion \(\ce{Mg^2+}\) dan berapa ion \(\ce{Cl-}\)? Kalikan \(\Delta H_\text{hidrasi}\) masing-masing ion dengan jumlahnya yang tepat.
  • Setelah semua nilai dimasukkan, isolasi satu-satunya besaran yang belum diketahui (\(\Delta H_\text{hid}(\ce{Mg^2+})\)) dengan operasi aljabar sederhana.

Hukum Hess untuk pelarutan padatan ionik (R-Hess): pecah kisi dulu jadi ion gas, lalu hidrasi semua ionnya.

\[ \Delta H_\text{larut} = \Delta H_\text{kisi} + \sum \Delta H_\text{hidrasi} \]

\(\ce{MgCl2}\) menghasilkan 1 ion \(\ce{Mg^2+}\) dan 2 ion \(\ce{Cl-}\), jadi:

\[ -150 = 2524 + \big[\,\Delta H_\text{hid}(\ce{Mg^2+}) + 2(-384)\,\big] \]

Tinggal selesaikan untuk \(\ce{Mg^2+}\):

\[ \Delta H_\text{hid}(\ce{Mg^2+}) = -150 - 2524 + 768 = -1906\ \text{kJ/mol} \]

Kunci: ada dua ion \(\ce{Cl-}\). Jawaban: C.


11.6 Soal 46 — Kalorimetri bom → rumus molekul

Soal 46 asli

2,76 g \(\ce{C_xH_yO_z}\); \(C_\text{kal}=4217\) J/°C; 5 L air; \(\Delta T = 2{,}4\) °C; \(c_\text{air}=4{,}2\); \(\Delta H_C = -3026\) kJ/mol. Rumus yang mungkin?

  • Gunakan prinsip kalorimetri bom: kalor total yang diserap sistem = kalor diserap air + kalor diserap bom kalorimeter, yaitu \(q = m \cdot c \cdot \Delta T + C_\text{kal} \cdot \Delta T\). Hitung keduanya lalu jumlahkan.
  • Dari \(q\) total (dalam kJ) dan nilai \(\Delta H_C\) yang diberikan (kJ/mol), cari jumlah mol senyawa yang terbakar: \(n = q / |\Delta H_C|\).
  • Gunakan \(n\) dan massa sampel untuk menghitung massa molar \(M = m/n\), lalu cocokkan dengan rumus molekul \(\ce{C_xH_yO_z}\) pada pilihan jawaban dengan menghitung \(M_r\) masing-masing.

Idenya: kalor yang dilepas pembakaran diserap air + bom. Dari kalor total kita dapat mol senyawa, lalu massa molar, lalu cocokkan ke opsi.

Langkah 1 — kalor total yang diserap (R-Kalorimetri). Kenaikan suhu \(\Delta T = 25{,}4 - 23 = 2{,}4\) °C; air 5 L \(= 5000\) g. \[ q = \underbrace{m\,c\,\Delta T}_{\text{air}} + \underbrace{C_\text{kal}\,\Delta T}_{\text{bom}} = (5000)(4{,}2)(2{,}4) + (4217)(2{,}4) \] \[ q = 50\,400 + 10\,121 = 60\,521\ \text{J} \approx 60{,}52\ \text{kJ} \]

Langkah 2 — mol senyawa. Tiap 1 mol melepas 3026 kJ, jadi: \[ n = \frac{60{,}52}{3026} = 0{,}0200\ \text{mol} \]

Langkah 3 — massa molar. \[ M = \frac{2{,}76\ \text{g}}{0{,}0200\ \text{mol}} = 138\ \text{g/mol} \]

Langkah 4 — cocokkan opsi. Cari yang \(M_r = 138\): \[ \ce{C7H6O3}:\ 7(12)+6(1)+3(16) = 84+6+48 = 138\ \checkmark \] (opsi lain: A 120, B 180, C 176, D 122 — tidak ada yang pas). Jadi senyawanya \(\ce{C7H6O3}\) (asam salisilat).

Jawaban: E.


11.7 Soal 47 — Notasi sel

Soal 47 asli

\(\ce{2Mn^3+ + 2I- -> 2Mn^2+ + I2}\) (elektroda Pt). Notasi sel yang benar?

  • Identifikasi mana setengah-reaksi oksidasi dan mana reduksi: spesi mana yang kehilangan elektron, mana yang mendapat elektron? Ini menentukan mana anoda dan mana katoda.
  • Ingat aturan penulisan notasi sel: anoda selalu di kiri, katoda di kanan, dipisahkan jembatan garam \(\|\). Elektroda inert (Pt) ditulis di ujung luar, batas fasa dinyatakan dengan \(|\). Lihat Notasi Sel.
  • Perhatikan wujud zat saat menulis tiap kompartemen: \(\ce{I-}\) dan \(\ce{Mn^{3+}/Mn^{2+}}\) ada dalam fase larutan (aq), sedangkan \(\ce{I2}\) bisa berupa padatan — urutan penulisan spesi dalam satu kompartemen mengikuti alur dari elektroda ke larutan.

Reaksinya: \(\ce{2Mn^3+ + 2I- -> 2Mn^2+ + I2}\). Notasi sel selalu ditulis anoda (oksidasi) di kiri ‖ katoda (reduksi) di kanan (R-Notasi sel).

Langkah 1 — tentukan setengah-reaksi.

  • Anoda (oksidasi, kiri): \(\ce{2I- -> I2 + 2e-}\) → pasangan \(\ce{I-}/\ce{I2}\).
  • Katoda (reduksi, kanan): \(\ce{Mn^3+ + e- -> Mn^2+}\) → pasangan \(\ce{Mn^3+}/\ce{Mn^2+}\).

Langkah 2 — susun notasi. Elektroda inert Pt di kedua ujung, batas fasa \(|\), jembatan garam \(\|\):

\[\ce{Pt(s) | I-(aq) | I2(s) \| Mn^3+(aq), Mn^2+(aq) | Pt(s)}\]

Ini persis opsi B.

Jawaban: B


11.8 Soal 48 — Potensial sel standar

Soal 48 asli

\(E^\circ_{\ce{Cu^2+}/\ce{Cu}} = +0{,}34\) V; \(E^\circ_{\ce{Cd^2+}/\ce{Cd}} = -0{,}40\) V. \(\ce{Cu^2+ + Cd -> Cu + Cd^2+}\).

  • Tentukan dulu mana katoda (spesi yang mengalami reduksi) dan mana anoda (spesi yang mengalami oksidasi) dengan melihat perubahan bilangan oksidasi pada reaksi.
  • Gunakan rumus \(E^\circ_\text{sel} = E^\circ_\text{katoda} - E^\circ_\text{anoda}\) — masukkan nilai \(E^\circ\) reduksi standar masing-masing setengah-reaksi (lihat ref-esel).
  • Ingat: \(E^\circ\) adalah sifat intensif — nilainya tidak dikalikan koefisien stoikiometri reaksi.

Diketahui \(E^\circ_{\ce{Cu^2+}/\ce{Cu}} = +0{,}34\) V dan \(E^\circ_{\ce{Cd^2+}/\ce{Cd}} = -0{,}40\) V, dengan reaksi \(\ce{Cu^2+(aq) + Cd(s) -> Cu(s) + Cd^2+(aq)}\).

Langkah 1 — tentukan katoda dan anoda. Lihat siapa yang tereduksi (turun biloks) dan teroksidasi (naik biloks):

  • \(\ce{Cu^2+}\) menjadi \(\ce{Cu}\)reduksi → ini katoda.
  • \(\ce{Cd}\) menjadi \(\ce{Cd^2+}\)oksidasi → ini anoda.

Langkah 2 — hitung \(E^\circ_\text{sel}\) (R-Esel):

\[ E^\circ_\text{sel} = E^\circ_\text{katoda} - E^\circ_\text{anoda} = (+0{,}34) - (-0{,}40) = +0{,}74\ \text{V} \]

Hasilnya positif, jadi reaksi berlangsung spontan.

Catatan penting: \(E^\circ\) adalah sifat intensif, jadi tidak dikalikan koefisien reaksi.

Jawaban: B (+0,74 V).


11.9 Soal 49 — pOH dari persamaan Nernst

Soal 49 asli

\(\ce{3O2 + 6H2O + 4Al -> 4Al^3+ + 12OH-}\); \(E_\text{sel}=2{,}781\) V; \([\ce{Al^3+}]=1\); \(P_{\ce{O2}}=1\); 25 °C. pOH?

  • Tentukan jumlah elektron transfer (\(n\)) dengan mencari KPK dari elektron setengah-reaksi Al dan \(\ce{O2}\), lalu gunakan nilai ini di persamaan Nernst.
  • Susun ekspresi \(Q\) untuk reaksi keseluruhan: padatan Al dan air murni diabaikan; substitusi \([\ce{Al^3+}]=1\) dan \(P_{\ce{O2}}=1\) sehingga \(Q\) hanya bergantung pada \([\ce{OH-}]\).
  • Terapkan persamaan Nernst (\(E = E^\circ - \dfrac{0{,}0592}{n}\log Q\)) dengan \(E^\circ_\text{sel} = E^\circ_\text{katoda} - E^\circ_\text{anoda}\), lalu hubungkan \(\log[\ce{OH-}]\) yang diperoleh ke definisi pOH.

Reaksi sel menggabungkan dua setengah-reaksi. Karena \(\ce{Al^3+}\) direduksi jadi \(\ce{Al}\) pakai 3 elektron dan \(\ce{O2}\) direduksi pakai 4 elektron, KPK-nya \(n = 12\) elektron.

Langkah 1 — hitung \(E^\circ_\text{sel}\). Katoda adalah \(\ce{O2}\) (\(E^\circ = +0{,}401\) V), anoda adalah Al (\(E^\circ = -1{,}66\) V): \[ E^\circ_\text{sel} = E^\circ_\text{katoda} - E^\circ_\text{anoda} = 0{,}401 - (-1{,}66) = 2{,}061\ \text{V} \]

Langkah 2 — tulis \(Q\). Untuk reaksi \(\ce{3O2 + 6H2O + 4Al -> 4Al^3+ + 12OH-}\), padatan Al diabaikan. Karena \([\ce{Al^3+}]=1\) dan \(P_{\ce{O2}}=1\): \[ Q = \frac{[\ce{Al^3+}]^4\,[\ce{OH-}]^{12}}{P_{\ce{O2}}^{\,3}} = [\ce{OH-}]^{12} \]

Langkah 3 — masukkan ke persamaan Nernst (R-Nernst). Karena \(\log Q = 12\log[\ce{OH-}]\), faktor 12 saling hilang dengan \(n=12\): \[ E = E^\circ - \frac{0{,}0592}{12}\log Q = 2{,}061 - 0{,}0592\,\log[\ce{OH-}] \] \[ 2{,}781 = 2{,}061 - 0{,}0592\,\log[\ce{OH-}] \;\Rightarrow\; \log[\ce{OH-}] = \frac{2{,}061 - 2{,}781}{0{,}0592} = -12{,}16 \]

Langkah 4 — pOH. \[ \mathrm{pOH} = -\log[\ce{OH-}] = 12{,}16 \approx 12{,}18 \]

Jawaban: A.


11.10 Soal 50 — Elektrolisis (hukum Faraday)

Soal 50 asli

Arus 1,26 A selama 7,44 jam, larutan \(\ce{H2SO4}\). Volume \(\ce{H2}\) pada STP?

  • Hitung dulu muatan total yang mengalir: \(Q = I \times t\) (perhatikan satuan waktu — ubah jam ke detik terlebih dahulu).
  • Gunakan Hukum Faraday untuk mengubah muatan menjadi mol elektron: \(n_{e^-} = \dfrac{Q}{F}\), dengan \(F = 96\,500\ \text{C/mol}\).
  • Tulis setengah reaksi katode pada elektrolisis \(\ce{H2SO4}\): berapa elektron dibutuhkan untuk menghasilkan satu mol \(\ce{H2}\)? Gunakan perbandingan stoikiometri itu, lalu volume gas di STP = \(n \times 22{,}4\ \text{L/mol}\).

Elektrolisis larutan \(\ce{H2SO4}\): di katode air/asam tereduksi jadi gas hidrogen, \(\ce{2H+ + 2e- -> H2}\). Jadi tiap 2 elektron menghasilkan 1 molekul \(\ce{H2}\).

Langkah 1 — muatan listrik. Ubah waktu ke detik dulu: \(t = 7{,}44 \times 3600 = 26\,784\) s. \[ Q = I\,t = 1{,}26 \times 26\,784 = 33\,748\ \text{C} \]

Langkah 2 — mol elektron (hukum Faraday, R-Faraday): \[ n_{e^-} = \frac{Q}{F} = \frac{33\,748}{96\,500} = 0{,}350\ \text{mol} \]

Langkah 3 — mol dan volume \(\ce{H2}\). Karena 2 elektron → 1 \(\ce{H2}\): \[ n_{\ce{H2}} = \frac{0{,}350}{2} = 0{,}175\ \text{mol} \] \[ V = n \times 22{,}4 = 0{,}175 \times 22{,}4 \approx 3{,}91\ \text{L} \]

Jawaban: C.


CatatanSelesai 50 soal! Apa selanjutnya?

Kembali ke Rencana Belajar 3 Hari untuk tahu cara mengulang soal-soal ini dengan retrieval practice (kerjakan ulang tanpa melihat), dan pakai Strategi Pilihan Ganda saat ujian.